Cara Menggunakan Test Pen (Tespen) dengan Baik dan Aman untuk Pengukuran Listrik

  • Whatsapp

Cara menggunakan test pen merupakan informasi penting buat kamu yang sedang belajar teknik elektronika maupun kelistrikan. Bagi para teknisi listrik ini merupakan salah satu alat yang wajib dibawa. Peralatan ini akan sangat membantu pekerjaan teknisi yang berhubungan dengan arus listrik.

Meski sudah sangat familiar dan terlihat begitu mudah dilakukan, namun tanpa mengetahui cara menggunakan tespen dengan benar, maka bisa berbahaya. Atas dasar itulah kita harus menyimaknya dengan baik.

Pengertiann Test Pen

Sebelum membahas cara menggunakan test pen, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu pengertian test pen itu sendiri sehingga informasi yang kita dapatkan bisa lebih menyeluruh.

Tespen merupakan sebuah alat yang bentuknya meyerupai bolpoin sehingga sangat mudah dibawa. Ujungnya yang berbentuk minus dapat digunakan sebagai obeng untuk melonggarkan atau mengencangkan sekrup.

Secara umum pengertian test pen adalah sebuah alat ukur yang memiliki fungsi untuk mengecek suatu penghantar listrik apakah mengandung tegangan listrik atau tidak.

Maksud penghantar listrik di sini adalah sesuatu yang dapat menghantarkan arus listrik. Yang termasuk penghantar listrik yaitu stop kontak, kawat listrik dan kabel listrik.Apabila ada bagian tubuh yang bersinggungan dengan penghantar listrik dan masih memiliki arus listrik maka akan berbahaya. Arus listrik yang mengalirkan ke tubuh dapat menyebabkan sengata listrik.

Baca Juga : 2 Jenis Multimeter dalam Dunia Elektronik yang Harus Kamu Pahami

Teknisi listrik atau orang yang pekerjaannya berhubungan dengan arus listrik harus memastikan aliran arus listrik sebelum bekerja. Ini untuk keamanannya saat bekerja sehingga tubuh tidak akan tersengat arus listrik. Berikut ini informasi mengenai test pen dan menggunakan test pen yang benar.

Fungsi Test Pen

Test pen dipakai untuk mengukur ada tidaknya tegangan listrik pada sebuah penghantar listrik. Yang ditandai dengan adanya arus listrik. Apabila terdapat arus atau tegangan listrik maka akan ditandai dengan hidupnya lampu pada test pen. Sedangkan apabila tidak terdapat arus atau tegangan listrik maka lampu pada test pen tidak hidup.

Selain dipakai untuk mengetahui ada tidaknya tegangan atau arus listrik, menggunakan test pen juga dapat multifungsi. Bagian ujung test pen dapat dipakai untuk memasang maupun melepaskan sekrup atau dalam kata lain berfungsi sebagai obeng. Bagian ujung inilah yang dipakai sebagai pengujian arus listrik dengan cara menempelkan ke penghantar listrik.

Bagian-Bagian Test Pen

cara menggunakan tespen

Bentuk test pen seperti obeng dengan ujung yang juga mirip obeng. Bagian test pen dibuat sedemikian rupa agar dapat digunakan untuk mengecek arus listrik namun aman. Bagian test pen terdiri dari ujung test pen, isolasi, lampu indikator, penjepit dan tutup plat logam. Jadi meskipun test pen dipegang tangan namun tetap aman dan arus listrik tidak mengalir ke tubuh.

Pada test pen terdapat bagian yang membulat dengan ukuran lebih besar dan terletak di bawah tutup plat logam. Pada saat pengecekan arus listrik maka bagian inilah yang harus dipegang oleh jari agar aman dari sengatan arus listrik.

Cara Menggunakan Test Pen

cara menggunakan test pen

Untuk melakukan pengecekan ada tidaknya arus listrik menggunakan test pen caranya sangat mudah. Hanya dengan menempelkan ujung test pen ke penghantar listrik maka sudah dapat diketahui ada tidaknya arus listrik. Namun pada saat menempelkan ke ke penghantar listrik harus hati-hati dan tidak boleh bersentuhan dengan bagian tubuh.

Menggunakan test pen tetap harus berhati-hati karena berhubungan dengan arus listrik. Pegang test pen menggunakan ujung ibu jari dan jari tengah. Bagian telunjuk diletakkan pada penutup logam di ujung atas test pen. Ujung test pen yang berbentuk seperti obeng disentuhkan ke sumber listrik. Perhatikan agar jari lainnya tidak menyentuh bagian isolasi.

Setelah ujung test pen sudah dipastikan menempel pada bagian yang mengalirkan arus listrik maka perhatikan lampu indikatornya. Lampu indikator yang hidup menandakan penghantar listrik sedang dialiri arus listrik dan terdapat tegangan listrik. Namun jika lampu indikator tidak menyala maka penghantar listrik tidak terdapat arus listrik dan tidak memiliki tegangan listrik.

Menggunakan test pen harus benar dan berhati-hati karena berhubungan dengan arus listrik. Semua pekerjaan yang berkaitan dengan arus listrik dan tegangan listrik harus membawa test pen. Peralatan yang sederhana ini dapat membantu pengecekan arus listrik sehingga mencegah terjadinya kesetrum atau sengatan listrik.

Penutup

Itulah pembahasan mengenai pengertian test pen, dan juga cara menggunakan test pen. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa untuk terus mengupdate informasi terbaru dari duniaelektronik.net, dengan cara rutin mengunjunginya. Terimakasih telah menjadi pembaca setia kami, karna Anda kami semakin semangat dalam berkarya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *