Ilmu Dasar Tentang Elektronika yang Perlu Anda Ketahui

  • Whatsapp
Ilmu dasar tentang elektronika

Artikel ini akan membahas ilmu dasar tentang elektronika. Informasi ini sangat penting diketahui siapa saja yang ingin mempelajari dunia elektronik, baik siswa, mahasiswa dan tentu saja yang ingin pandai dalam menservice elektronik.

Di dalam kehidupan Anda sehari-hari saat ini, banyak sekali terdapat perangkat elektronika mengitari Anda. Semakin berkembangnya teknologi, perangkat elektronika pun semakin canggih saja. Tujuannya tentu saja untuk memudahkan manusia untuk menyelesaikan suatu aktivitas kehidupannya.

Hampir setiap rumah memiliki televisi, CD atau VCD player, dan lemari es. Belum lagi mesin cuci yang juga merupakan benda yang termasuk ke dalam jenis perangkat elektronika. Ketika Anda bekerja, Anda membutuhkan ponsel atau komputer untuk menyelesaikan tugas Anda. Kedua benda tersebut juga merupakan perangkat-perangkat elektronik.

Di pabrik, ada pekerjaan yang membutuhkan alat pendeteksi atau robot perakit. Jalan raya juga membutuhkan berbagai perangkat elektronik seperti lampu lalu lintas, lampu penerangan yang bisa secara otomatis menyala ketika hari sudah mulai gelap, dan juga papan reklame yang terlihat bagus dengan lampu kerlap-kerlipnya.

Manusia saat ini begitu tergantung pada perangkat-perangkat elektronik. Jika Anda tinggal di daerah pegunungan, Anda terkadang membutuhkan pemanas air yang digunakan untuk memanaskan air untuk kebutuhan mandi Anda. Belum lagi di saat Anda ingin makan, Anda butuh rice cooker, pemanggang roti, bahkan kompor listrik pun tak lepas dari kecanggihan teknologi yang berlandaskan ilmu dasar tentang elektronika.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Tentang Pemanas Air Tenaga Surya, Harganya?

Ilmu Dasar Tentang Elektronika yang Harus Dipelajari

 

Ilmu dasar tentang elektronika bisa dimulai dari pengetahuan berbagai komponennya. Berikut diantaranya adalah Resistor. Komponen ini wajib digunakan oleh semua perangkat elektronika karena fungsinya yang sangat penting yaitu sebagai pengatur arus listrik. Resistor bisa mendistribusikan atau menyalurkan listrik sesuai kebutuhan pengguna.

Sederhananya, seandainya Anda membutuhkan arus listrik yang cukup besar, Anda harus memilih nilai resistor yang kecil; bisa dengan nilai mendekati nol, sama dengan nol, atau tidak dipasang resistor sama sekali. Dengan demikian, arus listrik tidak mengalami batas penggunaan.

Satuan resistor sendiri adalah OHM yang berasal dari kata Omega. Resistor mempunyai ikon dengan huruf R. Jenis resistor yang banyak dijual di pasaran adalah Metal Film, Resistor Carbon, dan Wirewound.
Potensiometer dan Trimpot adalah dua jenis resistor yang bisa nilai resistensinya bisa Anda ubah sesuai kebutuhan Anda.

Sementara itu, ada resistor yang bisa berubah nilai resistensinya karena pengaruh cahaya. Resistor merupakan salah satu pengetahuan atau ilmu dasar tentang elektronika yang wajib Anda ketahui.

Nilai resitensi Light Dependent Resistor atau LDR dapat berubah jika terkena cahaya. Ada juga jenis resistor yang nilai resistensinya bisa berubah karena pengaruh suhu, yaitu Negative Thermal Resistance atau NTR.

Seluruh pabrik pembuatan resistor belum bisa membuat produk yang memiliki nilai resistensi yang sama karena perbedaan karakteristik bahan bakunya. Oleh karena itu, nilai toleransi dicantumkan agar pada perancang atau desainer suatu produk atau alat elektronik bisa memperkirakan berapa besaran faktor x untuk menghasilkan produk yang mereka inginkan.

Sering sekali para desainer perangkat elektronik membutuhkan resistor dengan nilai tertentu yang tidak ada dijual di pasaran atau bahkan tidak diproduksi pabrik sama sekali. Lantas bagaimana solusinya? Anda harus memperlajari ilmu dasar tentang elektronika lebih lanjut.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap tentang Resistor dan Cara Menghitungnya

Untuk mendapatkan nilai resistensi yang unik dari sebuah resistor, maka resistor-resistor tersebut bisa dipasang dengan dua cara, yaitu serial dan pararel. Mungkin Anda pernah mendengar istilah lampu seri dan lampu pararel.

Pemasangan kedua jenis lampu tersebut merupakan salah satu contoh untuk memperoleh nilai resistensi yang unik.
Nilai resistensi jika dipasang secara serial lebih mudah dihitung karena rumusnya yang cukup mudah, R1+R2 jika terdapat dua resistor. Sedangkan nilai resistensi jika dipasang dengan cara pararel memiliki rumus yang sedikit lebih kompleks yaitu 1/R=(1/R1)+(1/R2).

Sedikit memusingkan, ya? Namun jika dipelajari lebih lanjut dan berulang, Anda akan menemukan kemudahan dalam memahami salah satu ilmu dasar tentang elektronika yaitu resistor. Semoga Anda bisa menciptakan satu alat elektronika yang sederhana tetapi memiliki manfaat yang luas untuk manusia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *