Alat Ukur Otomotif yang Menggunakan Elektronik, Ini Macam dan Cara Penggunaannya!

  • Whatsapp
alat ukur otomotif

Alat ukur otomotif yang menggunakan elektronik tentu sangat menarik untuk kita bahas di era digital seperti sekarang ini. Seperti judulnya, alat ukur elektronik yang digunakan pada bidang otomotif ternyata ada berbagai macam.

Membahas alat ukur otomotif dengan sistem elektronik memang harus dipelajari oleh siapa saja yang menggeluti bidang otomotif. Seperti pada sistem kendaraan, sistem elektrikal dan mekanik memang keduanya tak bisa dipisahkan.

Dibandingkan alat ukur mekanik, alat ukur elektronik memang memiliki cara membaca yang sedikit lebih sulit. Selain dari segi pembacaan, hal yang lebih sulit lagi juga pada segi penggunaan dan perawatannya. Dimana kedua hal tersebut harus benar-benar diperhatikan, sehingga senantiasa sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan pada alat tersebut. Harganya yang cukup mahal, tentu akan sangat sayang sekali jika alat-alat ini sampai rusak karena salahnya perawatan atau penggunaan.

Dalam hal penggunaannya, alat-alat ukur elektronik ini baru dapat digunakan setelah dikalibrasi (disetting) lebih dulu. Dengan demikian, ketika hendak menggunakan alat-alat ini, maka pastikan bahwa kita sudah benar-benar memahami tentang tata cara penggunaannya.

Sebelum digunakan, ada sebagian alat – alat ukur mekanik harus diseting ( kalibrasi ) terlebih dahulu. Oleh karena itu, sebelum menggunakan alat ukur mekanik maka kita wajib mengetahui bagaimana penggunaannya dengan baik.

Macam-Macam Alat Ukur Elektronik pada Bidang Otomotif
Setidaknya ada 6 macam alat-alat ukur elektronik pada bidang otomotif, yakni sebagai berikut

1. Multi Tester

cara menggunakan multitester

Multi tester atau AVO Meter merupakan alat pengukur kelistrikan multifungsi, diantaranya dapat digunakan untuk mengukur arus, tegangan, dan juga hambatan listrik.  Adapun satuan yang digunakan untuk mengukur arus listrik adalah Amper, tegangan listrik Volt, dan hambatan listrik Ohm. Selain versi analog, multitester juga ada yang berjenis digital.

Beradasarkan dua jenis multitester tersebut, maka cara membacanya pun tentu berbeda pula
Dari kedua jenis tersebut, cara pembacaannya juga berbeda. Lebih mudah menggunakan yang jenis digital. Karena kita hanya perlu meletakkan selector ke jenis pengukuran yang ada. Setelah diukur, hasilnya langsung terlihat tanpa harus mengkonversinya layaknya seperti pada multi tester analog. Selain itu, jenis multi tester digital tidak perlu dilakukannya kalibrasi seperti pada multi tester analog.

2. Timing Light

cara menggunakan timing light

Timing Light adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengetahui sudut atau derajat poros engkol dari sebuah pengapian kendaraan. Setidaknya ada dua jenis timing light, yaitu timing light satu kabel dan timing light tiga kabel. Dalam penggunaannya kedua jenis timing light ini pada dasarnya sama saja. Hanya saja di dalam timing light satu kabel di dalamnya sudah dilengkapi dengan baterai, sehingga dalam menggunakannya lebih mudah. Sementara jika menggunakan timing light dengan tiga kabel, pengguna terlebih dahulu harus mencari sumber arus, yakni aki atau baterai.

Ada beberapa prosedur dalam menggunakannya, adapun cara menggunakan timing light yang baik dan benar adalah sebagai berikut :

  • Siapkan timing light dengan tiga keble, yaitu kabel berwarna hitam, merah, dan kabel pemicu.
  • Pasang kabel berwarna hitam pada terminal negatif aki, dan warna merah pada terminal positifnya.
  • Setelah itu pasang kabel pemicunya pada busi silnder satu, penting untuk diingat jangan sampai salah dalam memasang kabel ini sebab data akan tidak valid. Cara memastikannya lihat tanda panah dan tulisan PLUG di sana, tanda panah tersebutlah yang menuju busi.
  • Syarat lain yang tak boleh dilupakan adalah RPM (Round Per minutes) mesin harus dibawah 900, sebab dengan hal ini maka membuat governor advancer tidak bekerja.
  • Jika sudah cabutlah kedua selang pada vakum advancer kemudian sumbatlah dengan kayu atau pun baut.
  • Selanjutnya tekan tombol Power, kemudian arahkan pada pully poros engkol yang tentu memiliki angka.
  • Perhatikan angka berapa yang terlihat di pully tersebut.
  • Jika angka pengapiannya tidak tepat, silahkan kendorkan bautnya kemudian putar bodi distributor untuk mengaturnya.
  • Jika pengapiannya terlalu mundur, silahkan putar bodi distributor ke arah yang berlawanan dengan rotor sampai pengapiannya menunjukan 5 derajat engkol. Semenatara jika pengapiannya terlalu maju, gerakanlah distributornya searah dengan putaran rotor.
  • Jika sudah sesuai, silahkan kencangkan kembali baud distributornya, pasanglah kembali selang vacum advancer dengan pemasangan yang sesuai, hindari pemasangan yang terbalik.

Jika sobat menggunakan timing light dengan satu kabel, pada dasarnya prosedurnya sama saja seperti di atas. Satu kabel tersebut adalah kabel pemicu, sehingga pastikan juga jika dalam pemasangannya tidak sampai terbalik.

3. Test Lamp

fungsi test lamp

Alat ukur otomotif berikutnya yang kita bahas adalah test lamp. Test Lamp sendiri adalah alat yang digunakan untuk mengetahui apakah sebuah sistem kelistrikan memiliki tegangan. Seperti halnya pada test pen, alat ini memiliki fungsi hanya untuk mengetahui saja bukanlah untuk mengukur. Sedikit berbeda dengan test pen, test lamp hanya bisa digunakan untuk tegangan 12 volt.

Cara menggunakan test lamp ini yaitu dengan cara menghubungkannya pada sistem kelistrikan yang akan diperiksa, adapun cara menghubungkannya adalah secara pararel. Di dalam unit tes lamp terdapat sebuah lampu berukuran 12 volt, lampu tersebut akan menyala jika adanya tegangan yang masuk, yang menandakan adanya tegangan pada sistem kelistrikan yang diperiksa.  Oleh karena itu, rutinlah untuk memeriksa keadaan lampu tersebut agar bisa memastikan bahwa keadaanya masih normal.

4. Gas Analizer

fungsi gas analizer sebagai alat ukur otomotif

Keberadaan alat ini sangat penting untuk mencegah semakin meningginya polusi diakibatkan emisi kendaraan. Sebab gas analizer memang merupakan sebuah alat, yang dibuat khusus untuk mengukur kadar racun yang dihasilkan oleh gas buang suatu kendaraan. Cara menggunakan gas analizer ini sangatlah mudah, sobat hanya tinggal memasukan stik pendeteksi pada lubang knalpot kendaraan.

Beberapa saat setelah stik atau tongkat pengukur tersebut dimasukan, gas analizer akan menampilkan hasil gas kadar racun dalam gas buang kendaraan tersebut. Selain mengetahui kadar karbon monoksida, karbon dioksida, dan juga oksigen, pengguna juga dapat mengetahui perbandingan udara dan bahan bakar yang sedang terjadi pada kendaraan yang diperiksa.

Rekomendasi Kami : Anda Harus Tahu!  Ini Penyebab dan Solusi Kendaraan Brebet

Hasil yang terbaca ini, selanjutnya dapat kita keluarkan dalam bentuk print out, sebagai acuan data yang bisa diberikan pada pemilik mobil yang bersangkutan.

5. Tune – Up Tester

fungsi tune-up tester sebagai alat ukur otomotif
Alat pengukur elektronik yang digunakan dalam bidang otomotif berikutnya adalah tune-up tester. Alat ini digunakan saat melakukan tune-up, dengan tujuan untuk mengetahui kondisi mesin mobil. Alat ini dapat dikatakan sebagai alat ukur elektronik multifungsi, hal ini karena selain dapat digunakan untuk mengukur RPM (putaran mesin), alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur dweel tester (sudut pembukaan platina).

Tune Up Tester memiliki tiga buah kabel, yaitu kabel berwarna merah yang berarti kabel positif yang harus dihubungkan pada terminal baterai positif, kabel warna hitam (negatif) dihubungkan dengan terminal negatif baterai, dan kabel warna kuning (positif distributor), yang harus dihubungkan pada tegangan masuk di platina.

6. Scan Tool

fungsi scan tool

Scan tool atau sering juga disebut sebagai diagnostic scan, atau alat scaner, merupakan sebuah alat ukur elektronik otomotif yang digunakan untuk mengecek kondisi kerja mesin. Alat ini dikhususkan penggunaannya pada mesin mobil yang sudah menggunakan EFI atau komputer. Dengan demikian, alat ini tidak bisa digunkan pada kendaraan yang masih menggunakan karburator, atau mobil konvensional.

Scan Tool merupakan salah satu alatb elektronik canggih, sebab hanya dengan menggunakan alat ini seorang teknisi bisa dengan mudah mengetahui kerja dari setiap sensor yang ada dalam kendaraan, campuran bahan bakar, dan lain sebagainya. Menariknya lagi, scan tool juga dapat digunakan untuk sepuluh merk mobil berbeda.

Adapun cara menggunakan scan tool yaitu hanya dengan menyambungkan soket yang ada pada scan tool pada soker OBD ( On Board Diagnostic Pada Mobil ). Jika keduanya sudah terpasang dengan baik, maka sistem akan berjalan dan pengguna hanya tinggal memilih jenis mobil yang keadaannya akan diperiksa. Memiliki kecanggihan yang cukup pantastis, tak heran jika harga alat ini juga cukup mahal, yaitu mencapai puluhan juta rupiah.

Demikian pembahasan mengenai alat ukur otomotif, atau tepatnya alat ukur elektronik yang digunakan pada bidang elektronik. Semoga informasi ini semakin membuat kita paham akan dunia otomotif, dan menyadarkan kita akan pentingnya untuk senantiasa merawat kondisi kendaraan agar selalu nyaman dan selamat dalam berkendara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *