Jenis-Jenis Solenoida dan Cara Kerjanya dalam Dunia Elektronika

  • Whatsapp
Jenis-jenis solenoida
image teknikelektronika.com

Jenis-Jenis Solenoida dan Cara Kerjanya – Solenoida merupakan jenis perangkat elektronika yang fungsinya dapat melakukan perubahan energi. Perangkat ini akan terjadi proses pengubahan dari energi listrik agar menjadi energi lain yaitu energi gerak. Energi gerak berupa gerak menarik atau pull dan gerak dorongan atau push.

Model solenoida berupa tabung silinder yang dililit menggunakan kumparan listrik dan ditambah aktuator ferro magnetic atau disebut plunger. Solenoida ini termasuk sebagai transduser. Yang dimaksud sebagai transduser merupakan perangkat yang akan mengubah dari satu energi ke energi lain.

Aplikasi yang biasanya memakai solenoida yaitu aplikasi dengan kebutuhan gerakan. Misalnya pada aplikasi robotik, pintu listrik dan sakelar listrik. Pada rangkaian elektronika terdapat jenis solenoidayaitu solenoida linear dan solenoida rotasi.

Baca Juga : Cara Menggunakan Test Pen dengan Tepat dan Aman

Jenis-Jenis Solenoida dan Cara Kerjanya

1. Solenoida Linier

Jenis-jenis solenoida
Image via thingbits.net

Solenoida Linier ini sering juga disebut sebagai LEMA atau Linier ElectroMechanical Actuator. Perangkat ini merupakan alat elektromagnetik. Cara kerjanya akan mengubah dari energi listrik menjadi bentuk lain yaitu energi gerak mekanis atau sinyal magnetik. Prinsip kerjanya dikendalikan memakai MOSFET, transistor dan perangkat lain. Secara prinsip hampir sama dengan Relay Elektromekanis.

Jenis-jenis solenoida ini gerakan aktuatornya secara linier sehingga disebut solenoida linier. Jenis solenoida linier terdiri dari dua jenis. Dua bentuk tersebut yaitu tipe tarik dan tipe dorong. Pada jenis yang tipe tarik ini apabila diberikan arus listrik maka akan menarik beban ke arahnya. Sedangkan jenis yang tipe dorong apabila diberikan arus listrik maka akan menjauhkan beban.

Arus listrik pada koil menghasilkan medan magnet yang menarik plunger. Sehingga koil masuk ke dalam dan mengkompres pegas di salah satu ujung plunger. Kekuatan fluks magnetik yang ada pada koil berkaitan dengan kecepatan dan gaya plunger. Apabila arus listrik kemudian dimatikan maka medan elektromagmetik akan hilang. Energi pada pegas mendorong plunger ke posisi awal.

Solenoida linier dipakai diaplikasikan perangkat elektronik yang membutuhkan gerakan menutup membuka atau keluar masuk. Contohnya kunci pintu elektronik seperti mesin otomotif, pintu irigasi dan katrol hidrolik. Jenis solenoida ini lebih sederhana daripada solenoida rotasi.

2. Solenoida Rotasi

Jenis-jenis solenoida
Image surplus.motionconstrained.com

Jenis-jenis solenoida berikutnya adalah solenoida rotasi, yaitu perangkat elektromagnetik yang dapat menghasilkan gerakan maju mundur secara linier. Jenis solenoida ini yang berbentuk rotasi gerakannya berupa gerak memutar dan menghasilkan gerakan sudut. Arahnya dapat sesuai dengan arah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Tetapi tergantung pada sudut tertentu yang ingin dihasilkan.

Jenis solenoida ini biasanya digunakan sebagai fungsi motor stapper atau motor DCyang gerakannya menghasilkan sudut kecil. Gerakan rotasi dapat dihasilkan apabila solenoida diberikan arus listrik atau energi sehingga terjadi perubahan energi elektromagnetik. Gulungan listrik yang melilit pada rangka baja terhubung ke poros output pada koil.

Medan elektromagnetik akan menghasilkan dua kutub yang berseberangan yaitu kutub selatan dan kutub utara. Kedua kutub ini akan terjadi penolakan kutub yang berdekatan secara permanen sehingga kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya gerakan rotasi. Umumnya perangkat yang menggunakan solenoida rotasi adalah mesin otomotif, peralatan otomatis dan printer dot matriks.

Pemilihan solenoida yaitu yang berbentuk linier maupun rotasi berdasarkan gerakan yang ingin dihasilkan. Apabila menginginkan yang bergerak secara linier maka menggunakan solenoida linier. Sedangkan jika menginginkan gerakan secara rotasi maka menggunakan solenoida rotasi.

Contoh Penggunaan Soleonida dalam Dunia Elektronika

pengertian selenoida

Setelah mengetahui jenis-jenis solenoida maka berikutnya kita akan membahas contoh-contoh produk elektronika yang menggunakannya.

1. Speaker

Contoh penggunaan selenoid pertama adalah pada speaker. Pada alat ini ada dua magnet, yaitu magnet permanen  dan elektromagnet yang dihasilkan dari solenoid. Kedua jenis magnet tersebut saling berinteraksi, dimana kutub negatif yang terdapat pada magnet permanen akan menarik kutub positif yang ada di elektromagnet.

Disisi lain, kutub negatif yang terdapat pada magnet permanen akan menolak kutub negatif yang terdapat pada elektromagnet. Setelah itu akan terjadi pertukaran orientasi kutub elektromegnet, dan menyebabkan arah gaya tarik menariknya akan ikut tertukar pula. Melalui cara tersebut, arus bolak-balik akan memberikan secara konstan pada magnet permanen dan juga magnet koil.

2. Pesawat Telepon

Secara umum pesawat telpon terdiri dari 2 bagian utama, yakni speaker dan mikrofon.  Pada mikrofon gelombang suara akan dirubah menjadi gelombang listrik.  Saat penggunanya berbicara, gelombang suara yang dihasilkannya akan tertangkap oleh mikrofon dan membuat diafragma alumunium menjadi bergetar.

Serbuk karbon yang terdapat pada mikrofon akan berubah-ubah, dan menyebabkan gelombang listrik dimana kemudian dikirimkan pada penerima pesawat telpon yang lainnya, untuk kemudian diterima oleh speaker. Melalui speaker tersebut, gelombang listrik yang ada akan menggerakan membran sehingga kemudian dapat menghasilkan suara.

3. Kunci Pintu Listrik

Cara kerja solenoida berikutnya adalah pada kunci pintu listrik, dimana alat ini juga menggunakan gaya elektromagnetik. Pada kunci listrik solenoida yang terdapat pada kunci listrik dihubungkan melalui saklar.

Baca Juga : 5 Jenis Saklar dalam Bidang Elektronika yang Penting untuk Diketahui

Saat pegggua menekan saklar maka arus listrik akan terhubung, dan arus listrik tersebut akan mengalir melalui solenoid sehingga menimbulkan dan menyebabkan gaya elektromagnetik dan akan menarik solenoid sehingga kemudian pintu dapat dibuka. Sebaliknya jika solenoid sudah tidak dialiri listrik maka pintu akan terkunci kembali.

4. Bel listrik

Contoh cara kerja solenoida berikutnya adalah pada bel listrik. Ketika solenoid dialiri listrik, besi yang terdapat dalam bel listrik akan menjadi magnet dan kemudian menarik besi lentur, lalu bergerak dan memukul dinding bel hingga menimbulkan bunyi.

Berubahnya posisi besi lentur tersebut membuat arus listrik terputus sehingga gaya magnet yang terdapat pada besi pun akan menghilang, dan posisi besi lenturt pun akan kembali pada posisinya semula, dan menyebabkan kembali teraliri listrik dan menimbulkan meda magnet, dan menyebabkan besi tertarik kembali pada dinding bel.

Selama dialiri listrik pergerakan ini akan terus berulang dengan sangat cepat sehingga bel pun akan terus berbunyi.

5. Detektor Logam

Cara kerja selenoida berikutnya dapat kita jumpai pada detektor logam. Alat ini memiliki fungsi untuk mengecek keberadaan logam dan semua benda yang dapat bereaksi saat menerima gaya elektromagnetik.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap tentang Kapasitor yang Tidak Boleh Kamu Lewatkan

Secara garis besar alat ini terdiri dari kumparan besar yang saat dialiri listrik akan terjadi geya elektromagnetik.  Saat terdapat logam yang berdekatan dengan detektor, maka alat ini akan merubah besarnya gaya elektromagnetik yang terdapat pada solenoid yang terhubung dengan alarm, sehingga kemudian memicu alarm tersebut untuk mengeluarkan bunyi.

Kesimpulan

Setelah mengetahui jenis-jenis solenoida dan pengetahuan tentang gerakan yang dihasilkan, maka kita akan dapat memilih sesuai kebutuhannya. Pemasangan pada aplikasi dapat sesuai dengan gerakan tuas yang ingi dihasilkan sehingga penerapannya dapat dilakukan secara tepat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *