9 Komponen Rem Tromol, Fungsi dan Cara Kerjanya yang Harus Kamu Tahu!

  • Whatsapp
Komponen Rem Tromol

Komponen rem tromol – Dalam kendaraan baik roda dua maupun roda empat, memiliki banyak sekali komponen rem salah satunya adalah rem tromol. Rem ini digunakan lebih sering pada kendaraan mobil dan memiliki beberapa komponen yang hampir sama dengan komponen rem lain namun dengan desain yang berbeda dan ada pula fungsi yang berbeda.

Meski terlihat sederhana namun jika salah satu komponen rem tromol mengalami keruskan maka berpotensi memicu kerusakan pada kendaraan Anda secara keseluruhan. Fungsinya yang sangat berguna untuk menjaga keamanan dan keselamatan dalam berkendara adalah salah satu alasan kenapa kita sangat harus memperhatikan komponen rem ini.

Apa Itu Rem Tromol?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai komponen rem tromol dan cara kerjanya, ada baiknyakita pahami terlebih dahulu pengertian rem tromol itu sendiri.

Rem tromol merupakan salah satu jenis atau tipe rem pada kendaraan. Pada kendaraan roda empat pada dasarnya menggunakan rem sistem hidrolik yaitu memanfaatkan tekanan hidrolik dalam membantu menekan kanvas remnya.

Tromol berfungsi untuk menghubungkan putaran dari roda, dengan hal ini tromol rem berarti akan berputar cocok sesuai putaran roda. Dengan hal ini maka ketika putaran tromol distop, maka dengan otomatis putaran roda juga akan berhenti berputar.

Kelebihan dan Kekurangan Rem Tromol

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan rem tromol dibanding tipe rem lainnya, diantaranya adalah sebagai berikut:

Kelebihan Rem Tromol

  1. Memiliki kampas rem lebih tebal sehingga umur pakainya bisa lebih lama
  2. Memiliki permukaan kampas yang lebar yang membuat daya pengeremannya lumayan besar sangat cocok digunakan pada mobil yang memiliki bobot besar pula
  3. Lebih mudah dibersihkan
  4. Menggunakan sistem rem bersifat tertutup sehingga aman dari berbagai kotoran dari luar.

Kekurangan Rem Tromol

  1. Pelepasan gerah sedikit terganggu sebab sifatnya yang tidak terbuka tersebut
  2. Arah gerakan yang saling menjauhi yang dimilikinya membuat responsif remnya sedikit bermasalah
  3. Dibanding rem cakram efisiensi yang dimilikinya lebih jelek, hal ini karena arah gerakannya dapat menimbulkan sedikit kerugian pada tenaganya.

9 Komponen Rem Tromol yang Harus Dipahami

Komponen Rem Tromol

Di bawah ini merupakan beberapa komponen rem tromol yang bisa Anda ketahui dan pahami agar bisa membedakan mana sistem rem tromol dan sistem rem lainnya.

1. Backing Plate

Backing plate merupakan komponen yang befungsi sebagai pelindung untuk sistem rem lainnya dalam sebuah kendaraan. Bentuknya yang terbuat dari logam ini memiliki bentuk yang bulat atau lingkaran dan terdapat banyak lubang serta tonjolan. Seperti namanya, komponen ini berada di bagian belakang sistem rem tromol dengan bentuk yang cukup tipis dibandingkan dengan sistem lainnya.

2. Silinder Roda

Komponen rem tromol ini sering juga disebut sebagai wheel cylinder yang memiliki fungsi sebagai pengubah tekanan fluida sehingga menjadi sebuah gerakan mekanis. Banyak sekali jenis silinder roda yang digunakan dan semuanya saling berkaitan untuk membantu sistem kerja rem tromol agar bisa berfungsi dengan baik.

3. Komponen Kampas dan Sepatu Rem

Sepatu rem dalam sebuah sistem kerja rem tromol berfungsi sebagai tempat atau penyimpanan kampas rem yang akan berfungsi jika rem digunakan. Sepatu rem ini memiliki bentuk seperti lingkaran dan ada setengah lingkaran yang menyerupai dua buah sepatu. Sementara kampas rem tersebut disimpan di bagian atas sepatu dan akan melakukan pekerjaannya sesuai dengan fungsi masing-masing.

4. Return Spring

Komponen rem tromol ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk mengembalikan posisi sepatu rem seperti semula sebelum adanya tekanan dari pedal atau tuas rem kendaraan.

Return spring dalam sistem kerja rem tromol terbagi menjadi dua bagian, yaitu uper spring atau per (pegas) yang berada pada bawah roda silinder sebagai komponen pembantu agar sepatu rem bisa kembali ke posisi awalnya.

Sedangkan bagian satunya lagi dinamakan lower spring atau pegas yang terletak di bagian sisi adjuster sebagai penjaga sehingga dua buah sepatu rem bisa menekan bagian adjuster dengan baik dan benar.

5. Brake Shoe Holder

Dalam kendaraan roda empat, brake shoe holder dapat ditemukan tepat di bagian backing plate karena sifatnya yang menempel dan memiliki fungsi sebagai penekan per atau pegas. Brake shoe holder memiliki fungsi yang berkaitan dengan backing plate sehingga akan selalu digunakan secara bersamaan pada saat sistem tersebut bekerja.

6. Brake Shoe Adjuster

Komponen rem tromol yang selanjutnya masih sama pada bagian sepatu brake namun memiliki fungsi berbeda dan penempatan yang berbeda pula. Brake shoe adjuster terletak di bagian bawah rem tromol dan memiliki fungsi sebagai celah antara rem tromol dan sistem tromol lain pada saat pegal rem ditekan.

7. Parking Brake Cable

Kabel baja ini digunakn untuk menarik sistem kerja rem tromol agar bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan sistem kerja rem tromol. Kabel baja atau parking brake cable ini berfungsi sebagai penghubung dan membuat sistem rem tromol akan berjalan dengan baik ketika digunakan.

8. Drum/Tromol Rem

Komponen ini terbuat dari baja tuang yang dibentu seperti tabung atau drum. Fungsi tromol rem atau drum ini adalah sebagai media gesekan bersama kampas rem agar putaran roda dapat dihentikan.

9. Parking Brake Cable

Secara fisik parking brake cable tidak jauh berbeda dengan kawat baja yang lainnya. Fungsi kabel ini diantaranya adalah untuk menghubungkan antara gerakan tuas rem parkir dengan parking brake lever yang terdapat pada rem.

Prinsip Kerja Rem Tromol

Pada dasarnya prinsip kerja rem tromol adalah menggunakan prinsip gesekan. Gesekan tersebut kemudian akan merubah energi putar yang terdapat pada tromol rem menjadi energi gerak. Dengan tersebut maka putaran roda akan berhenti dan disekitar rem akan mengalami peningkatan temperature.

Pada bagian dalamnya rem tromol dilengkapi dengan dua buah kampas rem. Sementara di bagian luar kampas rem tersebut terdapat komponen yang bentuknya seperti mangkuk yang kemudian kita kenal sebagai tromol rem.

Rem tromol tersebut memiliki arah gerakan yang berbeda, jadi ketika pedal rem diinjak maka dua buah kampas tersebut akan bergerak saling menjauhi (ke arah luar). Gerakan tersebut akan menjadikan kampas rem menekan permukaan dalam tromol rem. Hal tersebut kemudian menyebabkan terjadinya goresan yang  dapat menghentikan putaran tromol serta roda kendaraan.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai komponen rem tromol beserta fungsi dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya, sehingga kami pun menjadi lebih semangat lagi dalam berkarya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *