Penjelasan Lengkap tentang Fungsi Relay dan Jenis-Jenisnya

  • Whatsapp

Artikel ini akan membahas lengkap tentang pengertian relay, fungsi relay, jenis-jenis relay, cara memasang relay, hingga cara kerja relay. Bagi kamu yang sedang mempelajari dunia elektronik, tentu relay merupakan salah satu komponen yang tak boleh kamu lewatkan.

Bahkan dalam dunia otomotif sekali pun relay juga sering digunakan untuk menunjang fungsi kendaraan. Ada beberapa komponen kendaraan yang harus menggunakan relay, sehingga dapat bekerja sesuai dengan fungsinya.

Pengertian Relay

Sebelum membahas lebih jauh tentang relay, alangkah lebih baik jika kita pahami terlebih dahulu pengertian relay itu sendiri.

Relay, seperti yang telah diketahui merupakan switch atau saklar yang hanya beroperasi jika adanya listrik yang mengalirinya. Relay juga merupakan elektromagnet dan seperangkat kontak switch.

Relai yang terdiri dari elektromatik, armature, swicth contact point dan spring, pada dasarnya  menggunakan prinsip elektromagnetik  dalam menggerakkan kontak switch, sehingga walau arus listriknya kecil, tetap dapat menghubungkan listrik yang bertegangan lebih tinggi.

Hal ini biasa dilakukan pada beberapa perangkat elektronik. Di mana dengan menggunakan fungsi relay elektromagnetik 5 volt dan 50 mA, sudah mampu menghidupkan Armature Relay untuk menyambungkan listrik 220 Volt 2 Ampere.

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Relay merupakan salah satu jenis saklar, tentu punya istilah yang sama yaitu Pole dan Throw. Adapun Pole adalah banyaknya kontak yang dimiliki sebuah relay, sedangkan Throw adalah banyaknya kondisi yang dimiliki sebuah kontak.

Tak hanya itu dalam Relay ada dua komponen yang mendukung cara kerjanya, diantaranya  kumparan dan saklar. Apabila saklar terhubung, arus listrik pasti mengalir, namun jika kontak terbuka, maka secara otomatis arus listrik terputus.

Berbagai Fungsi Relay

Setelah membaca tulisan di atas, kamu tentu sudah menemukan gambaran tentang fungsi relay bukan? Selain untuk hal tersebut dalam peralatan elektronik komponen ini juga difungsikan untuk menjalankan fungsi logika, relay yang digunakan untuk memberikan fungsi penundaan waktu, relay yang digunakan untuk mengendalikan sirkuit tegangan tinggi, dengan bantuan signal dari tegangan rendah dan relay yang berfungsi untuk melindungi motor atau komponen lain dari kelebihan tegangan listrik .

Adapun salah satu contoh nyata penggunaan relay dalam kehidupan sehari-hari adalah modifikasi suara klakson dan lampu depan berjenis HID atau LED yang biasa dilakukan para bikers pada motor mereka.

Nah, pada saat pergantian klakson dan lampu, pemasangan relay wajib untuk disertakan juga. Karena dengan menyertakan relay, hal ini dapat menjaga stabilitas daya listrik yang digunakan untuk lampu dan klakson tersebut.

Baca Juga : 6 Penyebab Lampu Motor Menjadi Redup dan Cara Mudah Mengatasinya

Inilah yang dinamakan kontrol pada fungsi relay, karena dengan adanya relay beban arus listrik yang besar pada motor dapat diubah menjadi kecil. Relay juga berfungsi seperti saklar yang dapat menghubungkan dan memutuskan arus.

Jenis-Jenis Relay

jenis-jenis relay
image teknikelektronika.com

Selain fungsinya yang beragam, ternyata jenis-jenis relay juga cukup beragam pula. Adapun jenis-jenis tersebut adalah sebagai berikut.

  • Berdasarkan dengan jumlah pole dan throw, relay terbagi ke dalam empat macam, yaitu  Pertama, relay yang memiliki 4 terminal dengan 2 terminal di saklar sedang 2 lainnya di Coil, relay ini biasanya dinamakan single pole dan singel throw (SPST).
  • Kedua, relay yang memiliki 5 terminal dengan 3 terminal untuk saklar 2 untuk coil. Nama relaynya SPDT atau single pole double throw, yang tentunya masing-masing terminal memiliki fungsi relay yang sesuai kapasitasnya.
  • Ketiga, relay yang punya enam terminal dengan empat terminal untuk dua pasang terminal saklar, sedang dua lainnya untuk coil. Nama relaynya dikenal dengan DPST atau double pole single throw. Selain itu. Relay ini dapat juga dijadikan dua saklar yang dikontrol oleh satu coil.
  • Keempat, relay yang mempunyai terminal sebanyak delapan terminal dengan enam terminal diantaranya adalah dua pasang relay SPDT yang di kontrol oleh satu single coil dan dua terminal lainnya lagi untuk coil.
  • Selain relay-relay diatas ada juga relay pole dan throw yang melebihi 2, yaitu triple pole double throw (TPDT) atau lebih dari itu four pole double throw (FPDT). Relay-relay tersebut juga memiliki fungsi relay yang sesuai dengan aplikasi penggunaannya.

Dalam aplikasinya, ragam komponen relay ini banyak digunakan pada kendaraan seperti yang telah diungkap di atas, yaitu pada rangkaian kelistrikan lampu, rangkaian klakson, rangkaian kelistrikan pada starter motor dan lain sebagainya.

Cara Kerja Relay

Setelah mengetahui jenis-jenis relay maka  kamu juga harus memahami cara kerja relay dengan baik, sehingg dapat dijadikan bekal cara memasang relay nantinya. Penting untuk diingat, bahwa terdapat komponen utama pada sebuah relay, yaitu armature, coil (electromagnet), saklar (switch contact point), dan juga spring. Agar lebih jelas, silahkan perhatikan gambar berikut:

Fungsi relay

Kontak point relay ini terdiri dari 2 jenis yakni Normally Open (NO) dan juga Normally Close (NC).

Normally Open adalah suatu kondisi awal sebelum diaktifkan yang selalu berada pada posisi terbuka (open).

Normally Close adalah kondisi awal sebelum diaktifkan yang selalu berada pada posisi tertutup (close).

Coba kita perhatikan gambar di atas, gambar tersebut menunjukan bahwa besi (iron core) yang telah dililitkan oleh kumparan coil, memiliki fungsi sebagai pengendali dari besi tersebut

Saat kumparam coil tersebut dialiri arus listrik, maka akan menghasilkan gaya elektromagnetik. Gaya tersebut kemudian menarik armature berpindah posisi yang semula tertutup (NC) pada posisi terbuka (NO), sehingga kemudian berfungsi menjadi saklar yang bisa mengantarkan arus listrik di posisi NO.

Dengan hal ini, maka posisi armature yang semula berada pada kondisi close akan menjadi terhubung (open). Ketika sudah tidak dialiri listrik maka armature tersebut akan kembali pada posisi close. Daya listrik yang dibutuhkan oleh coil yang berfungsi untuk menarik contact point pada posisi close ini rata-rata sangat kecil.

Cara Memasang Relay

Setelah membahas jenis-jenis relay dan juga cara kerja relay, kamu juga tentu ingin mempelajari cara memasang relay ini bukan?

Meski cara memasang relay ini cukup mudah, namun jika baru pertama melakukannya tentu merasa bingung adalah hal yang lumrah terjadi. Namun jika kita perhatikan dengan seksama, pada bagian body relay sendiri sebenarnya sudah ada petunjuk mengenai wiring susunan kakinya. Perhatikan dengan baik, jangan sampai kaki bagian power terukar dengan bagian yang lainnya.

Agar lebih jelas mengenai cara pemasangan relay, coba perhatikan gambar relay berikut ini.

cara memasang relay
Pada gambar relay di atas,  nomor 7 dan 2 untuk coil yang dihubungkan dengan power, dan polaritas pemasangannya bebas.

Nomor 1 dan 8 adalah koneksi utama. Sementara untuk nomor 3 dan 4 merupakan pilihan untuk tersambung dengan nomor 1. Pilihan sambungan untuk tersambung  dengan nomor 8 sendiri ada pada nomor 5 dan 6.

Jika kamu ingin mengatur NC atau NO  dapat dilihat ketika arus listrik yang terhubung pada sambuangan nomor 1 dan 4 berarti NC, artinya saat ada power yang mengalir pada coil maka sambungannya akan terputus. Namun jika menginginkan terputus maka cara memasang relay ini adalah dengan menghubungkan nomor 1 dan 3.

Hal tersebut juga berlaku untuk pasangan nomer 8 yaitu nomor 5 dan 6, soal kondisinya tentu bisa mengikuti petunjuk pada gambarnya.

Dalam memasang saklar kamu juga harus memperhatikan terkait spesifikasi relay yang digunakan, misalnya saja seperti jenis listrik, beban, dan juga tegangan kerja. Jika penggunaannya tidak sesuai spesifikasi akibatnya bisa fatal. Jika tidak terlalu paham sebaiknya mintalah bantuan orang yang sudah ahli, khususnya jika alat ini dipasang pada tegangan tinggi.

Kesimpulan

Setelah membahas pengertian relay, jenis-jenis relay, fungsi relay, cara kerja relay dan cara pemasangan relay tentu kamu sudah mendapatkan informasi yang cukup lengkap. Jika ada sesuatu yang ingin ditanyakan atau ingin mengetahui materi lain seputar elektronik, silahkan bisa memberi tahu kami melalui komentar yang telah kami sediakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *